Jumat, 09 Mei 2008

Indahnya Maaf

Suatu hari saya sedang berada dalam masalah yang cukup berat. Perbuatan yang saya lakukan kemudian menjadi presedent buruk di perusahaan. Saya dianggap telah merusak reputasi perusahaan dan dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

Awalnya berteguh hari, bahwa hal tersbeut adalah kebenaran dan salah satu bentuk perlawanan terhadap manajemen. Saat ini saya sedeng mempesiapkan diri menghadapi pemeriksaan khusus.

Setelahberfikir dengan jernih dan tenang, akhirnya saya mulai luluh dan meminta maaf kepada manajemen dan hati menjadi lebih lega.

Maaf bukanlah hal yang mudan sekaligus rumit. Tapi dengan niat hati yang tulus dan ikhlas, Alhamdulillah ada titik terang dan permasalahan yang saya hadapi menjadi lebih dingin. Manajemen justeru memberi perhatian dan pembinaan dengan cara yang arif dan bijaksana.

kadang kita bersikukuh dengan kebenaran, padahal metodologi kemanusiaan kita tetap harus dikedepankan dalam menghadapi seluruh permasalahan hidup yang semakin kompleks. Alhamdulillah. Saya bangga bisa menjadi ksatri, yang rela berkorban untuk kepeningan perusahaan.

Wassalam.

Tidak ada komentar: